
Kecerdasan manusia ternyata begitu kompleks, manusia memiliki Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), Kecerdasan Adversitas (AQ), dan Kecerdasan Kreativitas (CQ). Semua kecerdasan yang dimiliki manusia tersebut seharusnya dilatihkan pada para siswa.
SD Muhmmadiyah 1 Ngadiluwih sebagai lembaga pendidikan yang menerapkan konsep kecerdasan tersebut berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan potensi-potensi itu dalam satu wadah ”Kegiatan Ekstrakurikuler”. Kegiatan Ekstrakurikuler di SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih pada tahun 2015-2016, telah kami rencanakan dengan harapan dan semangat baru. Kegiatan yang telah dibentuk adalah merupakan hasil keputusan bersama oleh pengurus. Adapun salah satu bidang tersebut adalah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (disingkat HW) adalah salah satu organisasi otonom (ortom) di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Ortom Muhammadiyah lainnya adalah: ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah (PM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Tapak Suci Putera Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918 M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Prakarsa itu timbul saat beliau selesai memberi pengajian di Solo, dan melihat latihan Pandu di alun-alun Mangkunegaran. Gerakan ini kemudian meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada 1961, dan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan SK Nomor 92/SK-PP/VI-B/1.b/1999 tanggal 10 Sya’ban 1420 H (18 November 1999 M) dan dipertegas dengan SK Nomor 10/Kep/I.O/B/2003 tanggal 1 Dzulhijjah 1423 H (2 Februari 2003)
Di lingkungan sekolah dasar HW merupakan ekstrakurikuler yang kegiatannya mirip dengan pramuka akan tetapi khusus di lingkungan organisasi Muhammadiyah. Hizbul Wathan merupakan jenis kegiatan pengembangan diri yang sangat bermanfaat bagi siswa.