
Tapak Suci adalah beladiri asli dari Tanah Suci Mekah yang langsung dibawa oleh K.H. Ahmad Dahlan ke Indonesia dan dikembangkan di Kota Jogjakarta dan berkembang disana hingga menghasilkan pelatih yang mampu menyebarkannya ke seluruh Nusantara.
Setelah ditetapkan berdiri pada malam Jum’at Tanggal 10 Rabiulawwal 1383H, atau bertepatan dengan 31 Juli 1963, di Kauman, Yogyakarta dideklarasikan berdirinya persatuan pencak silat Tapak Suci yang digariskan bahwa: (1) Tapak Suci berjiwa ajaran K.H. Ahmad Dahlan; (2) Keilmuan Tapak Suci Metodis Dinamis; (3) Keilmuan Tapak Suci bersih dari syirik
Pada usia enam bulan Tapak Suci dapat tampil yang pertama dihadapan masyarakat yaitu pada pagelaran Pencak Silat dalam Ta’aruf pembukaan Kongres Islam Asia Afrika di Kepatihan, Yogyakarta
Pada tahun 1964, Tapak Suci secara de facto sudah merupakan gerakan Muhammadiyah. Lambang Sinar Matahari pun dimasukkan ke dalam lambang Tapak Suci sebagai identitas bahwa Tapak Suci adalah gerakan Muhammadiyah. Sebutan perguruan dilengkapi menjadi Tapak Suci Putera Muhammadiyah, berdasarkan kenyataan bahwa Tapak Suci didirikan oleh putera-putera dari keluarga-keluarga Muhammadiyah.
SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih sebagai salah satu AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) merupakan amal usaha yang bergerak di bidang pendidikan tentunya tidak lepas dari nilai-nilai ajaran K.H. Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah. Salah satu ciri dari Muhammadiyah adalah adanya perguruan Tapak Suci. Maka dari itu kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci di SD Muhammadiyah adalah kegiatan ekstra kurikuler yang wajib dilaksanakan oleh siswa SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih.
Di harapakan dengan adanya kegiatan ini SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih dapat menjadi pelopor adanya Perguruan Tapak Suci di lingkungan Muhammadiyah.