Kediri — Tinggal di Indonesia yang dikelilingi sabuk api dunia alias Ring of Fire emang punya dua sisi mata uang: alamnya super subur dan indah banget, tapi di sisi lain potensi bencana geologinya juga nggak main-main. Sadar akan hal penting ini, adik-adik kelas 4 SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih (SD Mutu) nggak mau cuma jadi penonton. Mereka mutusin buat langsung gercep belajar cara “kenalan” sama gunung berapi lewat kunjungan edukatif ke Kelud Volcano Observatory!

Alih-alih nunggu pelajaran teori yang bikin ngantuk di kelas, anak-anak kelas 4 diajak langsung melihat dari dekat bagaimana pusat pemantauan aktivitas gunung berapi bekerja. Karena bagi SD Mutu, ngebangun kesadaran mitigasi bencana sedari dini itu bukan lagi pilihan, tapi sebuah keniscayaan!

Belajar Sains Lewat Realita: Kenapa Gunung Berapi Bisa “Marah”?

Sesampainya di lokasi, suasana langsung berubah jadi ajang field trip paling interaktif. Anak-anak diajak ngeliat langsung alat-alat canggih yang dipakai buat memantau detak jantung si Gunung Kelud. Dari cara mendeteksi getaran gempa vulkanik, perubahan suhu, sampai bagaimana para ahli bisa ngebaca tanda-tanda awal sebelum gunung berapi beraktivitas.

Rasa penasaran mereka langsung tumpah ruah. Sambil pasang muka serius tapi tetep santai, mereka antusias banget ngerespon setiap penjelasan dari petugas. Siapa bilang anak kelas 4 belum ngerti soal mitigasi bencana? Buktinya, mereka justru antusias banget nyerap ilmu sains bumi yang biasanya dirasa berat, tapi jadi berasa seru karena langsung nengok ke objek aslinya.

Mitigasi Bencana? We Need to Know Early!

Kenapa sih anak-anak sedari dini harus melek soal mitigasi bencana? Jawabannya simpel: biar kita nggak gampang panik dan tahu apa yang harus dilakuin kalau sewaktu-waktu alam lagi punya hajat besar. Lewat kunjungan ini, mereka jadi paham kalau hidup berdampingan sama gunung berapi itu butuh kesadaran, kesiapsiagaan, dan tentu saja rasa hormat yang tinggi terhadap alam.

Bukan cuma dapet ilmu soal mitigasi geologi, perjalanan hari ini juga jadi momen refreshing paling juara buat ngeratin kekompakan sekelas. Ketawa bareng, ngobrol seru di perjalanan, dan takjub liat kedahsyatan alam ciptaan Tuhan bikin wawasan mereka makin luas.

Pada akhirnya, pendidikan mitigasi bencana hari ini ngebuktiin kalau belajar itu nggak harus selalu di balik meja kelas. Kadang, kita cuma perlu melangkah keluar, membuka mata lebar-lebar, dan belajar langsung dari bumi tempat kita tinggal.

Stay safe, stay aware, and keep exploring, squad Kelas 4!

SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih — Unggul, Islami, Berkemajuan.