
Ngadiluwih, 9 Juli 2026 โ Hari pertama masuk sekolah selalu jadi momen yang paling ditunggu, apalagi buat adik-adik yang baru resmi menjadi keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih. Kamis (9/7), sebanyak 69 siswa baru mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan wajah penuh semangat, rasa penasaran, sekaligus senyum yang nggak berhenti sejak pagi.
Kegiatan dibuka dengan motivasi dari Kepala SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih, Bapak Moch. Safi’i, M.Pd. Beliau mengajak seluruh siswa untuk memulai perjalanan belajar dengan hati yang gembira, rajin beribadah, berani mencoba hal baru, serta selalu menjaga akhlak yang baik.
“Di SD MUTU, kita tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga belajar menjadi anak yang sholeh, berprestasi, dan bermanfaat,” pesan beliau kepada seluruh peserta MPLS.
Lihat postingan ini di Instagram
Supaya suasana makin cair, seluruh guru dan tenaga kependidikan kemudian memperkenalkan diri satu per satu. Momen ini langsung disambut antusias oleh para siswa. Ada yang masih malu-malu, ada yang sudah berani menyapa guru lebih dulu, bahkan beberapa sudah mulai akrab dengan teman-teman barunya. Pokoknya, vibes hari pertama benar-benar hangat dan menyenangkan.
Setelah sesi perkenalan, keseruan berlanjut di lapangan sekolah. Berbagai ice breaking dan permainan edukatif membuat suasana semakin pecah. Mulai dari permainan tanya jawab, tepuk semangat, hingga permainan bola warna-warni yang mengundang gelak tawa. Anak-anak tampak aktif bergerak, saling bekerja sama, sekaligus belajar berinteraksi dengan teman-teman baru.
Nggak cuma seru-seruan, MPLS di SD MUTU juga punya tujuan penting, yaitu membantu siswa lebih percaya diri, mengenal lingkungan sekolah, sekaligus menumbuhkan rasa nyaman sejak hari pertama.
Usai bermain dan berkeringat sehat, seluruh siswa kembali ke kelas untuk mengikuti kegiatan berikutnya. Salah satu agenda penting adalah tes kemampuan membaca Al-Qur’an. Tes ini bukan untuk mencari siapa yang paling hebat, tetapi sebagai pemetaan kemampuan awal setiap siswa agar nantinya dapat ditempatkan pada kelompok belajar Metode Ummi yang paling sesuai.
Melalui pemetaan ini, proses pembelajaran Al-Qur’an diharapkan menjadi lebih efektif sehingga setiap anak bisa belajar sesuai kemampuan masing-masing dan berkembang secara optimal.
Hari pertama MPLS pun ditutup dengan wajah-wajah ceria. Banyak siswa yang awalnya datang dengan rasa gugup, pulang membawa cerita baru, teman baru, dan pengalaman yang menyenangkan. Inilah langkah awal perjalanan mereka menjadi bagian dari keluarga besar SD Muhammadiyah 1 Ngadiluwih, sekolah yang terus berkomitmen mencetak generasi unggul, Islami, dan berkemajuan.
Selamat datang, adik-adik hebat! Semoga perjalanan belajar selama enam tahun ke depan dipenuhi semangat, prestasi, dan keberkahan.
๐ธ Hari pertama boleh selesai, tapi semangat belajarnya baru saja dimulai!


